Selasa, 25 Agustus 2015

Ansarielmino : perbandingan kerasulan nabi muhammad saw. dengan rasul rasul sebelumnya

Perbandingan Kerasulan Nabi Muhammad Saw. Dengan Rasul-rasul Sebelumnya
     Ada perbedaan yang mendasar kerasulan Muhammad Saw. dengan Rasul-rasul Allah Swt. yang di antaranya:
1.   Nabi Muhammad Saw. diutus untuk seluruh umat manusia, sedangkan Rasul-rasul yang lain hanya untuk kaum nya saja.
2.   Nabi Muhammad Saw. diutus Allah Swt. untuk memperbaiki dan menyempurnakan aqidah dan akhlak seluruh umat manusia di dunia. Hal ini disebabkan karena Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul yang terakhir dan penutup dari Rasul-rasul sebelumnya.
3.   Rasul-Rasul sebelumnya oleh Allah Swt. diutus hanya untuk memperbaiki aqidah dan akhlak kaumnya saja, seperti Nabi Musa untuk kaum Luth, Nabi Ibrahim untuk bangsa Ibrani dan Nabi isa untuk bangsa Israil.
4.   Pengajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw. berlaku untuk sepanjang masa sampai hari Kiamat, sedangkan pengajaran Rasul-Rasul sebelum Nabi Muhammad Saw. hanya berlaku pada saat tertentu saja.
5.   Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasulullah dilengkapi dengan sifat dan akhlak yang mulia sehingga menjadi contoh tauladan bagi kehidupan manusia.
6.   Sebelum Nabi Muhammad Saw. diangkat sebagai Rasulullah beliau telah dilengkapi Allah dengak sifat-sifat yang mulia yang diperlukan bagi seorang pemimpin manusia.
7.   Nabi Muhammad Saw. dilengkapi dengan kecakapan-kecakapan tertentu sehingga sanggup menjadi pemimpin masyarakat dan negara.
8.   Berdasarkan ajaran-ajaran Allah yang diterima, dan kecakapan-kecakapan yang dimiliki, Rasulullah telah dapat menegakkan pokok-pokok dasar susunan masyarakat yang lengkap baik dalam segi sosial, politik, ekonomi, kenegaraan maupun dalam segi agama dan kehidupan beragama.
9.   Bangsa Arab yang semula hidup dalam alam kejahilan telah diubah menjadi bangsa yang maju dan disenangi bangsa lain, bangsa yang semula hina dan tidak dikenal menjadi umat yg tersebar ke seluruh dunia. Umat yang semula pecah-pecah dan senantiasa berperang, menjadi umat yang kokoh kuat persatuannya dalam ikatan persaudaraan seagama yang erat.
10.  Nabi Muhammad Saw. telah memanfaatkan kekuatan-kekuatan batinnya untuk mengantar manusia hidup dalam kebahagiaan yaitu : ilmu yang dalam dan luas, kemauan yang kuat tiada mengenal putus asa, serta perikemanusiaan dan yang agung dan tinggi.
Semoga bermanfaat buat kalian ☺
                " WASSALAM "

Rabu, 19 Agustus 2015

Hikmah isra mi'raj

HIKMAH ISRA MI’RAJ
Isra Mi’raj mempunyai hikmah diantaranya yaitu sebagai berikut:
a. Menghilangkan perasaan sedih dan gundah dalam diri Nabi Muhammad SAW yang disebabkan oleh meninggalnya pembelanya yang utama yaitu, pamanya Abu Thalib dan Istrinya Khadijah. Allah SWT ingin menyakinkan utusanNya itu bahwa kebenaran dan keyakinan yang dibawanya tidak akan dapat dikalahkan oleh apapun dan siapapun.
b. Allah hendak memperlihatkan kemaha Kuasaan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW agar ia tetap yakin, bahwa Allah akan tetap menolongnya dalam menghadapi musuh-musuh yang menghalangi dan membendung penyiaran agama Islam.
c. Allah mempertemukan dan memperkenalkan Nabi Muhammad SAW dengan para Nabi dan Rasul terdahulu, agar dapat menambah semangat dan keyakinannya.
d. Allah memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW bekas-bekas kejayaan bangsa-bangsa terdahulu yang hansur luluh karena kedurhakaan kepada Allah dan RasulNya.
e. Menguji para pengikut Nabi, apakah mereka itu akan tetap beriman kepada agama yang selama ini sudah dianutnya, sekalipun akal dan pikiran mereka belum dapat mengerti dan memahami kejadian tersebut.
f. Nabi Muhammad SAW dapat bertemu dengan hadirat Allah SWT
g. Allah menyampaikan perintah melakukan shalat kepada Nabi dan Umatnya.

TAMSIL ISRA MI'RAJ

TAMSIL ISRA MI’RAJ
1.Tamsil dalam isra
- Nabi Muhammad SAW melihat orang memotong padi (panen) terus-menerus, beliau bertanya kepada Jibril: “siapakah Mereka itu?”.
Jibril menjawab : “mereka itu ibaratmu yang gemar memetik pahalanya dari Allah SWT”.
- Melihat orang yang terus-menerus memukul kepalanya Nabi Muhammad bertanya: “siapakan mereka itu ya Jibril?”
Dijawabnya: “mereka itu ibarat umatmu yang enggan bershalat, yang kelak sangat menyesal dengan memukuli kepalanya sendiri terus-menerus sekalipun terasa sakit olehnya”.
- Melihat sebuah kuburan yang sangat harum baunya, Nabi bertanya: “apakah itu ya Jibril?” dijawabnya: “itu kuburan Siti Mashitah dan anaknya. Dia mati disiksa dengan digodok oleh raja Fir’aun, karena ia mempertahankan imannya kepada Allah SWT, sewaktu dipaksa supaya menyembah berhala.”
- Melihat orang yang dihadapannya ada dua macam hidangan, sebelah kanannya makanan lezat dan sebelah kirinya makanan busuk, orang itu dengan lahapnya memilih makanan busuk. Nabi bertanya: “ya Jibril siapakah mereka itu ?” Jibril menjawab: “Ya Rasulullah, itu ibarat ummatmu yang suka membiarkan nafsunya memilih pekerjaan yang buruk dan dosa daripada beramal yang baik dan berpahala”.
2. Tamsil dalam mi'raj
- Nabi Muhammad SAW melihat orang yang gagah perkasa, orang itu menengok dan melihat ke kirinya merasa sedih dan menangis tersedu-sedu, tetapi bila menengok dan melihat kekanannya dia berseri-seri gembira dan tersenyum-senyum. Nabi bertanya: “Siapakah orang itu yan Jibril ?” jawab Jibril: “Ya Rasulullah, dia itu bapakmu yang pertama yaitu Nabi adam As. Bila beliau melihat ke kiri sedih, karena melihat anak-cucunya di dunia berbuat jahat dan dosa. Sebaliknya, bila menengok ke kanan merasa gembira, karena melihat anak-cucunya didunia yang berbuat baik dan beramal Shaleh”
Semoga bermanfaat..

Selasa, 18 Agustus 2015

Keruntuhan Daulah Abbasiyah

        Runtuhnya Daulah Abbasiyah
  Daulah Bani Abbas yang didirikan oleh Abdul Abbas Assaffah dapat bertahan berdiri tegak selama 5 abad (132 - 749 H = 639 - 1258 M). Khalifah yang terakhir adalah Al Mu'tashim. Pada waktu dia merintah kondisi Daulah Abbasiyah sudah tidak luat lagi dqn sudah tidak disegani laga oleh negara lain.
Sebab-sebab runtuhnya Daulah Abbasiyah:
1. Sebab-sebab dari dalam
    a. Persaingan antarras, yaitu antara keturunan persia dan arab.
    b. Angkara murka terhadap Bani Umayyah dan Kaum Alawiyin.     C. Kelahan di bidang mekanisme pemerintahan.
   
    d. Kemorosotan ekonomi.
    e. Khalifah sangat terpengaruh oleh bid'ah-bid'ah agama.
    f. Adanya pengangkatan dua orang putra mahkota.
2. Sebab-sebab dari luar
     a. Penyerbuan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Holago Khan pada tahun 1258 M.
     b. Tumbuhnya kerajaan-kerajaan kecil yang terpecah-pecah.
SEMOGA BERMANFAAT BUAT KALIAN SEMUA